Flawless of Science Two

By Laili Muttamimah - August 24, 2013




Judul di atas nggak pernah salah gambarin sosok kalian yang sebenarnya; Flawless; Kesempurnaan.

Kita nggak pernah tahu, atau nggak sadar? Bahwa waktu berjalan lebih cepat daripada yang kita pikirkan. Kita hanya diberi kesempatan untuk menikmati detik demi detik yang ada dan memanfaatkannya dengan benar. Tidak ada yang bisa menyalahkan waktu, meski terkadang waktu memang sangat egois. Bahkan waktu saja bisa memisahkan banyak hati yang saling bertaut, atau menghentikan sebuah kisah yang harusnya masih berlanjut. Namun ada satu hal yang pasti kita sadari, mungkin waktu bisa menghentikan segalanya, namun perasaan ini tetap menyatu dan mengendap selamanya dalam hati kita.

Bicara soal kalian, orang asing yang datang begitu saja. Tidak saling mengenal namun berada dalam satu ruang kecil yang disebut sebagai kelas. Saling melirik satu sama lain tanpa berniat menyapa lebih dulu, tersenyum tipis sesekali kemudian memalingkan wajah. Begitulah pertemuan awal kita, sangat kaku bukan?

Seperti yang aku bilang, 365 hari bukanlah waktu sebentar untuk kita menjalani semuanya, nggak sebentar namun kenapa terasa cepat? Kalau aja kita bisa menghentikan waktu dan gerakan, kita pasti ingin terus disana, kelas kita, bersama-sama, memandang kalian seperti biasanya. Namun Tuhan sudah membuat garis dimana pertemuan selalu berakhir pada perpisahan bukan?

Terlalu banyak kenangan yang sudah kita lewati bersama. Dari awalnya merasa asing sampai merasa utuh. Pasti saat ini di kepala kita terputar suasana kelas yang abstrak, semua hal yang tanpa sadar kita lakukan. Semua terputar layaknya sebuah trailer. Semua butuh tahapan yang panjang untuk saling mengenal, mendekatkan diri, beradaptasi, memahami sifat satu sama lain.

Mungkin rasanya akan jauh berbeda ketika kita duduk di tempat yang biasa kita duduki dengan orang asing yang nggak terbiasa dengan kita, dan itu akan terjadi. Mungkin kita berawal dari tak kenal maka tak sayang. Mungkin rasa gengsi ada namun nggak bisa mengalahkan rasa nyaman yang nyata.

Terkadang tanpa kita sadari, terlontar sebuah ungkapan perasaan, mimpi, cita-cita, masa depan atau kekonyolan dari bibir kita saat berada dalam ruang kecil itu. Saling mencurahkan kebahagiaan lewat mata, candaan, tertawa terbahak-bahak atau senyuman malu dengan segala hal yang terjadi disana. Mataku yang terbiasa dengan sosok kalian yang nyata, telingaku yang terbiasa dengan suara kalian yang akrab, juga ragaku yang terbiasa dengan bahasa tubuh kalian, mungkinkah melepas kalian semudah mengedipkan mataku?

Bagaimana bisa kelas kecil dengan AC yang panas juga atap bocor itu bisa berubah menghangatkan dan nyaman? Satu jawabannya, kalian. Segala moment yang telah kita buat di luar kesadaran, mana mungkin kita hapus begitu saja? Kalian tahu? Kalau kalian seperti oksigen, mungkin tanpa kalian aku tidak bisa bernafas lagi. Kalau kalian seperti tulang belakang, mungkin tanpa kalian aku tidak bisa berdiri tegap lagi. Kalau kalian seperti sayap, mungkin bila kalian patah aku tidak bisa terbang lagi. Kenapa aku menganggap kalian seperti itu? Mungkin ini hiperbola, tapi kenyataannya kalian memang sepenting itu.

Sekarang kita sudah terpecah belah, dijauhkan dengan cara yang sengaja. Meski kita selalu berkata 'kita pasti bisa kumpul lagi' namun hal itu belum tentu akan terjadi nantinya. Meski kita masih sering bertemu, namun perasaan itu semakin lama semakin berubah karena sosok yang baru. Sekeras mungkin aku mencoba untuk beradaptasi walau bayang-bayang kalian selalu mengisi. Bagaimana kalau mereka lebih baik dari kita? Bagaimana kalau mereka lebih menyenangkan? Apa kalian akan melupakan kita?

Seringkali terjadi kesalahpahaman dalam ruang kecil itu, wajar saja, kita hanya remaja yang belajar menjadi dewasa. Namun kita bisa melewatinya, semua masa-masa itu. Pergantian wali kelas, dihukum guru, dicaci maki, saling diam, saling menuduh, kita telah melewatinya bersama.

Saling berebut kelas saat ganti baju olahraga, saling bersaing dalam pelajaran, makan bekal bersama saat istirahat, main futsal, jalan-jalan nggak jelas, apa semua hal itu bisa direlakan?

Intinya aku nggak pernah menyesal dengan pertemuan yang pernah kita buat. Seneng banget bisa kenal sama kalian. Satu tahun yang benar-benar menyenangkan. Sukses untuk kita semua, fokus pada masa depan yang sudah di depan mata. 


Good Luck for UN dan PTN 2014! 

  • Share:

You Might Also Like

1 komentar

  1. Ini Blog ga Penting banget, Tapi kok Gw Baca dari atas sampe bawah...:D,

    Karena MENARIK..

    ReplyDelete