Ngopi di Warkop Legendaris Phoenam Coffee

By Laili Muttamimah - February 14, 2021


Masih seputar tempat legendaris di Jakarta, kali ini saya menjejakkan kaki di Phoenam Coffee, sebuah warung kopi yang terletak di daerah Menteng, Jakarta Pusat. Sebenarnya, lokasi Phoenam Coffee cukup dekat dengan kantor saya, tapi selama ini saya nggak pernah tahu ada warung kopi di sini, hahaha. Phoenam Coffee bisa dibilang salah satu warung kopi legendaris yang terkenal di Makasssar. Konon, Phoenam Coffee Makassar sudah berdiri sejak tahun 1946 di kawasan Pecinan, Makassar, dan membuka salah satu cabangnya Jakarta. Meski disebut 'warung kopi', Phoenam Coffee ini mungkin bisa dibilang warkopnya pelanggan kelas atas, karena setelah beberapa kali berkunjung, nggak jarang saya menjumpai pejabat atau pengusaha (kebanyakan asal Makassar) yang sedang nongkrong di sini.

Pertama kali saya datang ke kedai ini karena diajak Ibnu, kebetulan pacar saya itu memang asli Makassar dan suka nongkrong di Phoenam Coffee bareng kakeknya dari kecil. Waktu itu, kami ada janji meeting sama salah satu klien dan cari kafe yang sudah buka sekitar jam setengah sembilan pagi. Nah, ternyata Phoenam Coffee ini sudah buka! Kalau nggak salah, mereka bahkan buka dari jam tujuh pagi. Alhasil, kami nongkrong di sini sembari sarapan dan nunggu klien.


Menu paling juara di Phoenam Coffee adalah kopi susu, teh tarik, dan roti kayanya. Berhubung kami nggak suka kopi, akhirnya kami pesan teh tarik dengan satu roti bakar kaya dan roti bakar telur kornet. Sebenarnya, secara menu Phoenam Coffee memang mirip dengan warkop pada umumnya yang menyajikan kopi, teh, roti bakar, mie goreng, dan juga nasi goreng khas Makassar. Sambil menunggu pesanan, kita bisa melihat pramusaji menyiapkan makanan kita. Untuk teh tariknya sendiri masih dibuat manual (benar-benar ditarik gitu) jadi bukan seduhan kayak di kafe-kafe hits zaman sekarang, hahaha. 


Begitu pesanan datang, saya sudah nggak sabar banget mau seruput teh tariknya! Lihat, deh, menggirukan banget, kan? :") Teh tarik ini teksturnya cukup kental dan ada buih-buih di atasnya. Ketika diseruput... waaah, jujur enak banget! Rasanya nggak terlalu manis tapi campuran antara teh dan susunya pas. Beda, deh, rasanya sama teh yang seduhan gitu (ketauan sering minum gituan, hahaha). Kebetulan ketika klien kami datang, mereka pesan kopi susu. Sebagai pecinta kopi, mereka akui kopi susu di Phoenam Coffee ini nikmat dan original gitu rasanya. Waktu ajak salah satu teman ke sini, dia bilang kopi di sini rasanya mirip kopi-kopi khas Cina, mirip juga dengan Es Kopi Tak Kie. Wah, jadi penasaran! Kapan-kapan mau coba juga, deh. Sejauh ini, teh tarik hangat masih jadi favorit saya.


Sekarang saatnya kita move on ke roti bakarnya! Wah, lihat deh... selai kayanya menggoda banget nggak, sih? Selai kaya Phoenam memang terkenal khas, bahkan mereka menjual khusus selai kaya ini di Phoenam Coffee Makassar. Saya jatuh cinta banget sama roti bakar kaya ini! Selainya manis, tapi aroma dan rasa kelapanya cukup kuat. Teskturnya juga lembut banget kayak makan fla. Ini juara banget! Pokoknya menu yang wajib dicoba kalau mampir ke sini. Mereka juga ada roti bakar kaya yang disajikan dengan mentega atau telur.



Selanjutnya, yuk, kita cicipin roti bakar telur kornetnya! Untuk yang satu ini, rasanya mungkin nggak jauh beda dengan roti bakar telur kornet pada umumnya, tapi saya suka banget sama telurnya. Nggak tahu ya, ini pakai telur ayam kampung atau bukan, tapi kuning telurnya berasa creamy banget dan lebur saat di mulut. Apalagi kalau ditambah saus sambal, jadi makin maknyus! Selain roti bakar, sebenarnya kami juga pesan telur ayam kampung setengah matang (satu porti dapat dua telur), tapi lupa difoto, hehehe. Telur setengah matangnya juga enak, bikin nostalgia ke masa kecil waktu ayah saya suka bikinin menu itu tiap pagi sebelum berangkat kerja.

Nah, berhubung di awal saya sudah sebut kalau Phoenam Coffee ini warkopnya pelanggan menengah ke atas, jadi jangan heran kalau harganya mahal (di menunya nggak tercantum harga pula, hiks). Waktu itu kami minum dua es teh tarik, dua roti bakar, satu porsi telur setengah matang kira-kira biayanya Rp110.000. Namun, menurut saya harganya sesuai dengan rasanya yang enak.

Oh iya, suasana di Phoenam Coffee juga cukup nyaman menurut saya. Di sini ada ruangan yang smoking dan non-smoking, bisa pilih sesuai preferensi. Jangan kaget ya kalau pas masuk isinya kakek-kakek, bapak-bapak, dan om-om semua, hahaha. Jangan heran juga kalau mereka diskusi soal politik, isu terkini, budaya, sampai ekonomi--ya, ala warkop pada umumnya, deh. Jadi, kalau mau cobain menu warkop dengan rasa yang legendaris dan suasanya yang nggak biasa, Phoenam Coffee patut untuk dicoba! ;-)


Phoenam Coffee
Jalan K.H. Wahid Hasyim No.12, RT.2/RW.7, Gondangdia, Menteng, RT.2/RW.7, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jam buka: 06:30 - 22:00 WIB

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar